8/20/10

SPIRIT OF LIFE

Dua orang pria, keduanya menderita sakit keras, sedang dirawat di sebuah kamar rumah sakit.
Seorang di antaranya menderita suatu penyakit yang mengharuskannya duduk di tempat tidur
selama satu jam di setiap sore untuk mengosongkan cairan dari paru-parunya.

Kebetulan, tempat tidurnya berada tepat di sisi jendela satu-satunya yang ada di kamar itu.
Sedangkan pria yang lain harus berbaring lurus di atas punggungnya.

Setiap hari mereka saling bercakap-cakap selama berjam-jam. Mereka membicarakan istri dan
keluarga, rumah, pekerjaan, keterlibatan mereka di ketentaraan, dan tempat-tempat yang pernah
mereka kunjungi selama liburan.

Setiap sore, ketika pria yang tempat tidurnya berada dekat jendela di perbolehkan untuk duduk, ia
menceritakan tentang apa yang terlihat di luar jendela kepada rekan sekamarnya. Selama satu jam
itulah, pria ke dua merasa begitu senang dan bergairah membayangkan betapa luas dan indahnya
semua kegiatan dan warna-warna indah yang ada di luar sana.

"Di luar jendela, tampak sebuah taman dengan kolam yang indah. Itik dan angsa berenang-renang
cantik, sedangkan anak-anak bermain dengan perahu-perahu mainan. Beberapa pasangan berjalan
bergandengan di tengah taman yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga berwarnakan pelangi.
Sebuah pohon tua besar menghiasi taman itu. Jauh di atas sana terlihat kaki langit kota yang
mempesona. Suatu senja yang indah."

Pria pertama itu menceritakan keadaan di luar jendela dengan detil, sedangkan pria yang lain
berbaring memejamkan mata membayangkan semua keindahan pemandangan itu. Perasaannya
menjadi lebih tenang, dalam menjalani kesehariannya di rumah sakit itu. Semangat hidupnya
menjadi lebih kuat, percaya dirinya bertambah.

Pada suatu sore yang lain, pria yang duduk di dekat jendela menceritakan tentang parade karnaval
yang sedang melintas. Meski pria yang ke dua tidak dapat mendengar suara parade itu, namun ia
dapat melihatnya melalui pandangan mata pria yang pertama yang menggambarkan semua itu
dengan kata-kata yang indah. Begitulah seterusnya, dari hari ke hari. Dan, satu minggu pun berlalu.
Suatu pagi, perawat datang membawa sebaskom air hangat untuk mandi. Ia mendapati ternyata pria
yang berbaring di dekat jendela itu telah meninggal dunia dengan tenang dalam tidurnya. Perawat
itu menjadi sedih lalu memanggil perawat lain untuk memindahkannya ke ruang jenazah.

Kemudian pria yang kedua ini meminta pada perawat agar ia bisa dipindahkan ke tempat tidur di
dekat jendela itu. Perawat itu menuruti kemauannya dengan senang hati dan mempersiapkan segala
sesuatu ya. Ketika semuanya selesai, ia meninggalkan pria tadi seorang diri dalam kamar.
Dengan perlahan dan kesakitan, pria ini memaksakan dirinya untuk bangun. Ia ingin sekali melihat
keindahan dunia luar melalui jendela itu. Betapa senangnya, akhirnya ia bisa melihat sendiri dan
menikmati semua keindahan itu. Hatinya tegang, perlahan ia menjengukkan kepalanya ke jendela
di samping tempat tidurnya. Apa yang dilihatnya? Ternyata, jendela itu menghadap ke sebuah
TEMBOK KOSONG!!!

Ia berseru memanggil perawat dan menanyakan apa yang membuat teman pria yang sudah wafat
tadi bercerita seolah-olah melihat semua pemandangan yang luar biasa indah di balik jendela itu.
Perawat itu menjawab bahwa sesungguhnya pria tadi adalah seorang yang buta bahkan tidak bisa
melihat tembok sekalipun.
"Barangkali ia ingin memberimu semangat hidup," kata perawat itu.


P.S :
Kebahagiaan yang tak ternilai adalah ketika dapat membahagiakan orang lain


Sumber: Buku learning For Life lihat, dengar, dan rasakan http://dagangku.com/