Suatu
hari nanti aku akan mencintaimu seperti layaknya air dan batu. Dipertemukan oleh suatu hal
yang tak lumrah dan mencintai dengan apa adanya. Aku adalah kamu dan kamu
adalah aku. Dan apapun yang diberi
Tuhan kepadamu, itu adalah kesukaanku. Tanpa harus mempertanyakan apa yang
dipikiranmu, aku cukup mempercayai hatiku. Mencintai tanpa harus memiliki rasa
takut akan kehilangan, karna yang kubutuh hanyalah hatimu disaat ragamu tak
bersamaku.
Suatu
hari nanti aku akan mencitai dengan segala kekuranganku, bukan kelebihanku.
Karna apa? Karna kekuranganku saja dapat menerimamu apalagi dengan kelebihanku.
Dan apabila kamu adalah ‘suatu hariku’ nanti, kamu adalah suatu hari yang tak
akan pernah terganti.